PENYUSUNAN DAFTAR PUSTAKA
KARYA TULIS ILMIAH
A. Pengertian
Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang
berisi judul buku-buku artikel-artikel , dan bahan-bahan penerbitan lainnya,
yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian karangan yang
tengah digarap.
Daftar pustaka berisi sumber-sumber yang
dipergunakan untuk penulisan Skripsi . Susunan Daftar pustaka di susun menurut
abjad nama pengarang, yang dapat ditulis nama orang, lembaga, badan dan
lainnya.
Bentuk Bentuk susunan dalam daftar pustaka
dapat disusun seperti berikut :
1) Nama pengarang asing dimulai
dengan nama akhirnya, sedang pengarang lokal ditulis tetap.
2) Nomor halaman tidak perlu
dicantumkan. 3) Nama pengarang mulai diketik pada margin kiri, sedangkan baris
kedua dan selanjutnya diketik empat ketukan dari margin kiri dengan jarak pengetikan
satu spasi. Antara sumber yang satu dengan sumber berikutnya berjarak dua
spasi.
Contoh : Daftar Pustaka
Azumi, K and J. Hage, Organization
Systems, A Text Reader Inc Sociology Of Organization, D. C. Heath dan Company,
London, 1980.Burns, T dan Stalker, G. M., The Management Of Innovation,
Tavistock, London, 1984.
Clothier, Peter J., (1991), Meraup Uang
Dengan Multi-Level Marketing : Pedoman Praktis Menuju Network Selling Yang
Sukses, Terjemahan : T. Hermaya, Cetakan Ketiga, PT. Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta, 1992.Etziomi, Amitai, (1991), Dimensi Moral Menuju Ilmu Ekonomi Baru,
Terjemahan : Tjun Surjaman, Cetakan Pertama, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung,
1992.
Farmer, J. Doyne and Lo, Andrew W. 1999,
Frontiers of Finance: Evolution and Efficient Markets, online diakses 9
September 2004 (http://www.e-m-h.org/FaLo99b.pdf)
Hadipranoto, Arsip, F., Kohesifitas Kelompok Sebagai Indikator Dasar Kekuatan
Koperasi, Badan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1988.Kerlinger,
Fred N, (1989), Asas-asas Penelitian Behavioral, Terjemahan : Landung M.
Simatupang, edisi ketiga, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 1990.
Littauer, Florence, (1994), Personality
Plus, Terjemahan : Anton Adiwiyoto, Binarupa Aksara, Jakarta, 1995.
Maulana, A., Sistem Pengendalian
Managemen, Cetakan Pertama, Bina Aksara, Jakarta, 1989.
Naisbitt, John, (1991), Global Paradox,
Terjemahan : Budijanto, cetakan Pertama, Binarupa Aksara, Jakarta, 1994.Ohmae,
Kenchi, (1991), Dunia Tanpa Batas, Terjemahan : FX. Budiyanto, cetakan pertama,
Binarupa Aksara, Jakarta, 1991. Santoso ,Singgih; Tjiptono, Fandy (2002) Riset
Pemasaran: Konsep dan Aplikasi dengan SPSS, cetakan kedua, PT Gramedia, Jakarta
Sugiyono (2003), Metode Penelitian Bisnis, cetakan kelima, CV Alfabeta,
BandungWee Chow Hou, Lee Khai Sheang, Bambang Walujo Hidayat, (1991) Sun Tzu
Perang dan Manajemen, Diterjemahkan : Soesanto Boedidharmo, cetakan Kedua, PT.
Elex Media Komputindo, Jakarta, 1992.
Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang
benar-benar diacu dalam skripsi dan disusun sebagai berikut :
1.
Ke
bawah menurut abjad nama utama atau nama keluarga penulis pertama.
2.
Ke
kanan :
1.
Buku :
penulis, tahun. Judul buku, jilid, terbitan ke, halaman, nama penerbit dan
kota.
2. Majalah : penulis, tahun, judul tulisan,
nama majalah (dengan singkatan resminya), julid dan halaman
B. Tujuan
Daftar Pustaka
Daftar pustaka bermaksud mentabulasi atau
mendaftarkan semua sumber bacaan baik ynag sudah dippublikasikan seperti buku,
majalah, surat kabar, maupun yang belum dipublikasikan seperti paper, skripsi,
tesis, dan disertasi. Melalui daftar pustaka ini, pembaca dapat mengetahui
sumber-sumber apa saja yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah itu tanpa
membaca seluruh tulisan terlebih dahulu. Berdasarkan daftar pustaka itu,
pembaca yang berpengalaman akan dapat mengira mutu pembahasan tulisan tersebut,
karena tujuan utama dari daftar pustaka adalah untuk mengidentifikasikan karya
ilmiah itu sendiri.
C. Mengklasifikasikan
Daftar Pustaka
Suatu karya ilmiah atau skripsi, atau
jenis tesis merupakan hasil karya yang mengarah pada satu bidang tertentu.
Dengan demikian, sumber bahan yang dipakai adalah yang ada hubungan dengan
bidang yang dikupas.sumber semacam ini disebut sumber primer. Dalam karya
ilmiah yang menjurus pada satu bidang ini, hamper tidak ada sumber sekundernya.
Jadi, daftar pustaka secara keseluruhan merupakan sumber primer. Penggolongan
terhadap daftar kepustakaan seperti ini disebut penggolongan berdasarkan bidang
masalah yang ditelaah.
Selain pembagian/klasifikasi berdasarkan
bidang, daftar pustaka dapat diklasifikasikan menurut jenis sumber ini
didasarkan pada kelompok : buku, majalah, surat kabar, jurnal, skripsi, tesis,
disertasi, tetapi pengelompokkan menurut jenis sumber ini akan diperlukan bila
daftar pustaka memuat lebih dari dua puluh sumber referensi. Daftar pustaka
yang kurang dari dua puluh sumber referensi termasuk daftar pustaka yang
pendek. Untuk daftar pustaka yang pendek penggolongan sumber referensi menurut
jenisnya tidak diperlukan.
D. Penyeleksian
Sumber Referensi
Untuk mempersiapkan bahan dari satu topik
tulisan ilmiah biasanya banyak sekali sumber bacaan yang kita baca, terutama
yang berhubungan dengan masalah yang kita bahas. Dari semua buku yang kita baca
tadi tidak harus semuanya kita masukkan kedalam daftar pustaka. Hal ini
disebabkan karena :
1. Sumber-sumber
bacaan ini belum tentu semuanya termasuk sumber bacaan yang baik. Sumber bacaan yang kurang baik tidak akan membantu mutu tulisan ilmiah tadi;
2. Kadang-kadang
sumber bacaan mengemukakan pendapat atau ide serta kesimpulan yang sama. Dari
beberapa sumber bacaan yang sama ini, dipilih salah satu saja sebagai sumber
referensi dalam daftar pustaka.
Yang perlu diperhatikan dalam menyusun
daftar pustaka ialah bahwa semua referensi dari sumber bacaan yang telah dimuat
kedalam catatan kaki harus dimasukkan kedalam daftar pustaka. Hal ini, berarti
bahwa dalam menyeleksi kutipan atau catatan kaki haruslah yang betul-betul
relevan dengan masalah yang akan dibahas. Dengan demikian, daftar pustaka yang
disusun adalah daftar pustaka pilihan, karena kutipan atau catatan kaki
merupakan hasil pilihan juga.
E. Cara
Menyusun Daftar Pustaka
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam menyusun pustaka sebagai berikut.
1. Daftar
pustaka tidak diberi nomor urut.
2. Nama
penulis diurut menurut abjad.
3. Gelar
penulis tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis mencantumkan
gelar.
4. Daftar
pustaka diletakkan pada bagian terakhir dari tulisan.
5. Masing-masing
sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi.
6. Jarak
masing-masing sumber bacaan dua spasi.
7. Baris
pertama diketik dari garis tepi (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris
berikutnya digunakan indensi empat/tujuh ketukan.
Disamping hal-hal di atas, ada beberapa
petunjuk khusus yang perlu diperhatikan dalam mencantumkan atau menuliskan
setiap sumber bacaan tadi. Hal-hal yang dimaksud sebagai berikut.
1) Nama Penulis
Untuk penulis-penulis asing nama keluarga
diletakkan paling depan. Hal ini menentukan urutan huruf dalam daftar pustaka.
Untuk penulis Indonesia yang menentukan urutan alfabetisnya ialah huruf
pertama. nama sendiri.
Jika penulis terdiri dari dua atau tiga
orang, semua nama dicantumkan. Jika penulis lebih dari tiga orang ditulis
singkatan et. al. (dan kawan kawan/dkk).
Jika dalam sumber bacaan terdapat beberapa
tulisan yang ditulis oleh penulis yang sama maka sumber bacaan itu disusun
berurutan. Nama penulis hanya ditulis pada karya urutan pertama. Karya urutan
kedua dan seterusnya tidak dituliskan nama, tetapi diganti dengan garis
sepanjang tujuh ketukan. Nama penulis maupun garis, diakhiri dengan titik.
Pada dasarnya cara menyingkat nama penulis
pada daftar pustaka tidak berbeda dengan cara menyingkat pada catatan kaki. Akan
tetapi bila penulisnya lebih dari satu orang, maka untuk penulis pertama cara
menyingkatnya agak berbeda yaitu : nama keluarga ditulis terlebih dahulu dengan
lengkap, diberi tanda koma, kemudian nama sendiri disingkatatau tidak disingkat
dan akhirnya (jika ada) disingkat. Untuk jelasnya perhatikan contoh berikut
ini!
Catatan Kaki :
C.V.Good.,A.S. Barr, and D.E. Scates ……….
Daftar Pustaka :
Good, C.V. A.S. Barr, and D.E. Scates ………
2) Judul Tulisan /
Artikel
Cara menuliskan judul tulisan pada catatan
kaki sama dengan cara menuliskan pada daftar pustaka. Judul tulisan ketik
dengan huruf kapital untuk setiap awal kata kecuali kata tugas. Judul tulisan
diletakkan di antara tanda kutip dan diakhiri dengan tanda koma. Judul tulisan
diketik dengan jarak dua ketukan dari tanda titik di belakang nama penulis.
3) Nama Buku /
Majalah
Dalam daftar pustaka nama buku atau nama
majalah diketik dengan cara yang sama dengan judul tulisan yaitu dengan huruf
kapital untuk setiap awal kata dan diberi garis bawah. Nama buku diakhiri
dengan tanda titik, tetapi untuk nama majalah diakhiri dengan tanda koma.
4) Data Publikasi
Data publikasi dimulai dengan tempat
penertiban dan diakhiri dengan titik dua, kemudian dengan jarak satu sela
ketukan dilanjutkan dengan nama badan penerbit, ditutup dengan koma, sela satu
ketukan kemudian diikuti tahun penerbitan yang ditulis dengan angka Arab dan
diakhiri dengan titik. Jarak data publikasi dengan judul dua sela ketukan.
Agar lebih jelas marilah kita perhatikan
penjelasan yang disertai contoh-contoh berikut ini!
1.
Buku
Unsur-unsur pokok daftar pustaka yang
bersumber dari buku yaitu :
- Nama
penulis
- Judul
- Data
publikasi
Ketiga unsur pokok ini dituliskan kedalam
bentuk daftar pustaka sebagai berikut.
Nama Penulis. Judul buku. Tempat
Penerbitan: Badan penerbitan, Tahun Penerbitan.
Keterangan :
Nama penulis diakhiri dengan titik. Judul Buku awal kata ditulis dengan huruf
capital dan diberi garis bawah/cetak miring, diakhiri dengan tanda titik. Jarak antara nama penulis dengan judul
buku dua sela ketukan, jarak judul buku dengan data publikasi masing-masing dua
sela ketukan. Data publikasidimulai
dengan tempat
penerbitan dan ditutup dengan tanda titik
ganda. Dilanjutkan dengan nama badan penerbitan dengan jarak satu sela
ketukan. Badan
penerbitan diakhiri dengan titik, diberi sela
ketukan, kemudian dilanjutkan dengan tahun penerbitan (dalam angka Arab), dan
diakhiri dengan tanda titik.
1) Penulisan
daftar pustaka terdiri atas 1 (satu) orang penulis buku
Contoh :
Keraf, Gorys. Komposisi. Ende : Nusa Indah : 1980
Robins, Adriane. The Writer’s Practical
Rhetoric. New York : John Wiley &
Sons. 1980.
2) Penulisan
daftar pustaka terdiri atas 2 (dua) orang penulis buku
Contoh :
Arifin, E. Zaenal, dan S. Amran
Tasai. Cermat
Berbahasa Indonesia.
Jakarta:
Akademi Persindo. 1995
Badudu, Abdul Muis dan Herman. 2005. Morfosintakisis. Jakarta : Rineka
Cipta
3) Contoh daftar
pustaka dengan penulis buku terdiri atas 3 (tiga) orang
Contoh :
Akhadiah, Sabarti, Maidar G. Arsjad, dan
Sakura H. Ridwan. Pembinaan
Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.
Jakarta: Erlangga. 2003.
Rochaety, Ety, Ratih Tresnati, dan H.
Abdul Latief. 2007. Metodologi
Penelitian Bisnis dengan
Aplikasi SPSS.
Jakarta ; Mtra wacana Media
4) Contoh daftar
pustaka dengan penulis buku lebih dari 3 (tiga) orang
Contoh :
Alwi, Hasan, dkk. Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia. Jakarta : Balai
Pustaka. 2003
Rani, Abdul dkk. 2000. Analisis Wacana. Malang : Bayamedia.
5) Contoh dua buku
yang ditulis oleh seorang penulis
Contoh :
Florence, P.S. Economic of Fatique and
Unrest and the Efficiency of labor in
English and American
Industry.
1.
Penerbitan
Pemerintah, Lembaga-Lembaga Ilmiah, dan Organisasi Lainnya
Daftar pustaka untuk penerbitan pemerintah
lembaga-lembaga ilmiah dan organisasi lainnya mempunyai unsur pokok, yaitu :
1) Lembaga yang
bertanggung jawab atas penulisan dokumen
2) Judul tulisan
3) Data penerbitan
Contoh :
R.I Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sementara.
Hasil-Hasil Sidang Umum ke-IV Tahun 1966
Hasil-Hasil Sidang Istimewa Pada Tahun
1967 dilampiri
Undang-Undang Dasar 1945.
========================================================================
Sumber: http://evgust.wordpress.com/2011/06/05/daftar-pustaka/
sumber gambar: http://sulimah-mhiyu.blogspot.com